Karena Ada Kamera Pengawas Rabbi Yahudi Larang Berdoa di Tembok Barat

Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/rabbi-yahudi-nyatakan-tembok-ratapan-terlarang-karena-ada-kamera-pengawas.htm



Seorang rabbi Yahudi terkemuka Israel telah mendeklarasikan Tembok Barat terlarang bagi kaum yahudi taat pada hari paling suci dalam seminggu (hari Sabtu) karena adanya kamera keamanan yang menurutnya telah menodai hari Sabat.
Masalah tempat doa yang dianggap paling suci dalam Yudaisme adalah dengan teknologi, kata Rabbi Yosef Shalom Eliashiv.
Yahudi yang taat benar-benar mengikuti perintah taurat untuk tidak bekerja pada hari Sabat (Sabtu). Eliashiv mengatakan adanya kamera pengawas tertutup yang diaktifkan, telah melanggar larangan Yahudi pada mengoperasikan peralatan elektronik pada hari Sabat.
Sebuah koran Yahudi ultra-Ortodoks di Israel menerbitkan peringatan rabbi tersebut akhir pekan lalu taat. Rabbi yahudi tersebut mengatakan orang-orang Yahudi tidak boleh mengunjungi situs Tembok ratapan pada hari Sabat sampai teknologi kamera pengawas aktif hilang di daerah itu.
Rabbi yang mengawasi Tembok Barat, Shmuel Rabinowitz, mengatakan ia dan polisi Yerusalem bekerja untuk memperbaiki masalah ini.
Jurubicara kepolisian Shmuel Ben-Ruby mengatakan jika pihak berwenang rabbi mengusulkan solusi teknologi, "kami dengan senang hati akan mempertimbangkannya."
Tembok Barat, yang terletak di Kota Tua Yerusalem, konon menurut keyakinan Yahudi adalah dinding penahan dari kuil yahudi yang telah berdiri 2.000 tahun yang lalu. (fq/ap)

ASMA Karena Pekerjaan

Asma karena pekerjaan adalah suatu penyakit saluran pernafasan yang ditandai dengan serangan sesak nafas, bengek dan batuk, yang disebabkan oleh berbagai bahan yang ditemui di tempat kerja. Gejala-gejala tersebut biasanya timbul akibat kejang pada otot-otot yang melapisi saluran udara, sehingga saluran udara menjadi sangat sempit.

PENYEBAB
Banyak bahan (alergen: penyebab terjadinya gejala) di tempat kerja yang bisa menyebabkan asma. Yang paling sering adalah molekul protein (debu kayu, debu gandum, bulu binatang, partikel jamur) atau bahan kimia lainnya (terutama diisosianat).
Angka yang pasti dari kejadian asma karena pekerjaan tidak diketahui, tetapi diduga sekitar 2-20% asma di negara industri merupakan asma karena pekerjaan.

Para pekerja yang memiliki resiko tinggi untuk menderita asma jenis ini adalah:
o Pekerja plastik
o Pekerja logam
o Pekerja pembakaran
o Pekerja penggilingan
o Pekerja pengangkut gandum
o Pekerja laboratorium
o Pekerja kayu
o Pekerja di pabrik obat
o Pekerja di pabrik deterjen

GEJALA
Gejala biasanya timbul sesaat setelah terpapar oleh alergen dan seringkali berkurang atau menghilang jika penderita meninggalkan tempat kerjanya. Gejala seringkali semakin memburuk selama hari kerja dan membaik pada akhir minggu atau hari libur.

Beberapa penderita baru mengalami gejalanya dalam waktu 12 jam setelah terpapar oleh alergen.

Gejalanya berupa:
- sesak nafas
- bengek
- batuk
- merasakan sesak di dada.

DIAGNOSA
Dalam riwayat perjalanan penyakit, biasanya penderita merasakan gejala yang semakin memburuk jika terpapar oleh alergen tertentu di lingkungan tempatnya bekerja. Pada pemeriksaan dengan stetoskop akan terdengar bunyi wheezing (bengek, mengi).



Pemeriksaan lain yang biasa dilakukan:
o Tes fungsi paru
o Pengukuran puncak laju aliran ekspirasi sebelum dan sesudah bekerja
o Rontgen dada
o Hitung jenis darah
o Tes provokasi bronkial (untuk mengukur reaksi terhadap alergen yang dicurigai)
o Tes darah untuk menemukan antibodi khusus

PENGOBATAN
Pengobatan sama seperti jenis asma lainnya, yaitu diberikan bronkodilator (obat yang membuka saluran pernafasan), baik dalam bentuk obat hirup (contohnya albuterol) atau dalam bentuk tablet (contohnya theophylline). Untuk serangan yang hebat, dapat diberikan corticosteroid (misalnya prednisone) per-oral (melalui mulut) dalam jangka pendek.
Untuk penanganan jangka panjang, lebih baik diberikan corticosteroid dalam bentuk hirup.

PENCEGAHAN
Industri yang menggunakan zat-zat yang dapat menyebabkan asma, harus mengontrol debu dan udara, karena untuk menghilangkannya adalah suatu hal yang mustahil.

Pekerja dengan asma yang berat, jika memungkinkan, harus mengganti pekerjaannya karena pemaparan yang terus menerus akan menjadikan asma bertambah berat dan bersifat menetap.

Jika alergen/penyebabnya telah diketahui, untuk mencegah terjadinya gejala, sebaiknya penderita menghindari alergen tersebut.